Hindari
- Hindari fleksi tulang belakang sambil menahan beban (sit-up, lipatan ke depan yang dalam, pose bajak), puntiran kuat, dan segala risiko jatuh. Gunakan dinding atau kursi untuk keseimbangan.
Baca panduan lengkap (bahasa Inggris)
Pertanyaan yang sering diajukan
Bolehkah penderita osteoporosis beryoga?
Ya, kebanyakan boleh, dengan pose yang tepat. Pilih pose berdiri dengan penopang, Jembatan, dan Belalang, serta hindari membungkuk dengan punggung membulat, sit-up, pose bajak, dan puntiran kuat. Tanyakan dulu kepada dokter, terutama jika pernah patah tulang.
Apakah yoga meningkatkan kepadatan tulang?
Mungkin. Satu studi tentang rutinitas 12 menit setiap hari menemukan kepadatan tulang membaik pada orang yang terus berlatih, tetapi studi itu tidak memiliki kelompok kontrol. Anggap yoga bermanfaat untuk keseimbangan dan kekuatan, dengan kemungkinan manfaat bagi tulang, bukan pengganti pengobatan.
Apakah yoga berbahaya bagi penderita osteoporosis?
Beberapa pose memang berbahaya. Membungkuk dengan punggung membulat, pose bajak, sikap bahu, dan puntiran kuat dikaitkan dengan patah tulang belakang pada orang dengan tulang tipis. Pose yang aman dan ditopang hanya membawa sedikit risiko.
Mana yang lebih baik untuk osteoporosis, yoga atau angkat beban?
Latihan beban dengan pendampingan memiliki bukti lebih kuat untuk kepadatan tulang. Yoga menambah keseimbangan, postur, dan kelenturan. Melakukan keduanya adalah pendekatan yang baik.
Yoga jenis apa yang terbaik untuk osteoporosis?
Yoga pelan yang berfokus pada keselarasan, dengan pose berdiri, dinding atau kursi sebagai penopang, dan tanpa lipatan ke depan yang dalam. Hindari hot yoga dan alur cepat yang disertai lompatan.
Apakah yoga mencegah osteoporosis?
Tidak ada studi yang menunjukkan yoga saja dapat mencegah osteoporosis. Aktivitas menahan berat badan, latihan kekuatan, gizi yang baik, dan tidak merokok semuanya membantu menjaga kesehatan tulang, dan yoga bisa menjadi bagian darinya.
Seberapa sering sebaiknya beryoga untuk kesehatan tulang?
Sesi singkat hampir setiap hari, atau minimal tiga kali seminggu, lebih efektif daripada satu kelas panjang. Rutinitas dalam studi tersebut memakan waktu sekitar 12 menit sehari.
Yoga mendukung pengobatan, bukan menggantikannya. Tetap minum obat yang diresepkan dan bicarakan dengan dokter sebelum mulai, terutama jika Anda memiliki penyakit jantung, tekanan darah yang tidak terkontrol, baru menjalani operasi, sedang hamil, menderita epilepsi atau nyeri berat.
