Cara melakukan Vajrasana (Pose Petir) langkah demi langkah
- Berlututlah di matras dengan lutut rapat, tulang kering dan punggung kaki rata di lantai. Pertemukan kedua ibu jari kaki dan biarkan tumit sedikit terbuka.
- Embuskan napas dan duduklah perlahan ke belakang sehingga bokong bertumpu di atas tumit, atau di cekungan di antara keduanya.
- Letakkan tangan di paha tepat di atas lutut, telapak menghadap ke bawah.
- Panjangkan tulang belakang, tarik bahu ke belakang dan ke bawah, dan jaga dagu sejajar. Kepala, leher, dan punggung membentuk satu garis lurus.
- Pejamkan mata atau pandang lembut ke depan dan bernapaslah perlahan melalui hidung selama 1–5 menit.
- Untuk keluar, condongkan badan ke depan bertumpu pada tangan, angkat pinggul, dan luruskan kaki satu per satu. Tekuk dan luruskan pergelangan kaki beberapa kali.
Manfaat dan hal yang perlu diperhatikan
Manfaat
- Satu-satunya pose yang menurut tradisi boleh dilakukan langsung setelah makan; duduk tegak dapat membantu meredakan rasa begah dan refluks setelah makan
- Menjaga tulang belakang tetap tegak dengan sedikit usaha, sehingga cocok untuk latihan napas dan meditasi
- Meregangkan bagian depan paha, lutut, pergelangan kaki, dan punggung kaki
- Alternatif yang baik bagi orang yang pinggulnya membuat duduk bersila tidak nyaman
- Tenang dan sederhana; digunakan dalam program kami untuk pencernaan, asam lambung, diabetes, dan tekanan darah
Hindari atau modifikasi jika
- Cedera lutut, radang sendi lutut yang nyeri saat ditekuk, robekan meniskus, atau lutut buatan — duduklah di kursi atau dalam pose mudah
- Cedera pergelangan atau telapak kaki, atau nyeri di punggung kaki — letakkan handuk gulung di bawah pergelangan kaki atau lewati pose ini
- Sirkulasi darah buruk, varises, atau mati rasa di kaki — persingkat durasinya
- Kehamilan tahap lanjut — lebarkan lutut dan duduk di atas bantal; jangan lakukan versi berbaring
- Berhentilah jika lutut terasa nyeri tajam; regangan di paha dan pergelangan kaki itu normal, nyeri lutut tidak
Masalah kesehatan yang terbantu oleh pose ini
Plantar Fasciitis and Heel Pain · Flat Feet · Diabetes · High Blood Pressure · Healthy Weight Gain · Prostate Health · Vertigo and Dizziness · Digestion · Acidity and Acid Reflux · Gastritis · Gas and Bloating · Piles (Hemorrhoids) · Hair Fall and Hair Growth · Premature Grey Hair
Baca panduan lengkap (bahasa Inggris)
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu Vajrasana dan apa manfaatnya?
Vajrasana (pose petir atau pose berlian) adalah posisi duduk berlutut di mana Anda duduk di atas tumit dengan tulang belakang lurus. Pose ini memberi posisi duduk yang stabil untuk latihan napas dan meditasi, meregangkan paha, lutut, dan pergelangan kaki, dan menjadi satu-satunya pose yang secara tradisional dilakukan langsung setelah makan.
Bolehkah melakukan Vajrasana setelah makan?
Boleh. Ini adalah satu-satunya pose yoga yang secara tradisional dianjurkan setelah makan, termasuk setelah makan malam. Duduklah 5–10 menit dengan perut rileks dan napas pelan.
Berapa lama sebaiknya duduk dalam Vajrasana?
Pemula bisa mulai dengan 30 detik hingga 1 menit. Setelah makan, 5–10 menit sudah umum. Berhentilah lebih cepat jika kaki mati rasa atau lutut sakit.
Apakah Vajrasana buruk untuk lutut?
Tidak untuk lutut yang sehat. Dengan radang sendi lutut, robekan meniskus, atau lutut buatan, berlutut dalam dapat menimbulkan nyeri — duduklah di atas balok di antara tumit, atau gunakan kursi, dan tanyakan kepada fisioterapis Anda.
Mengapa pose petir membuat pergelangan kaki saya sakit?
Punggung kaki dan pergelangan kaki teregang kuat. Letakkan handuk gulung di bawah bagian depan pergelangan kaki dan selimut di bawah tulang kering, lalu tingkatkan perlahan.
Apa perbedaan Vajrasana dan Virasana?
Dalam Vajrasana Anda duduk di atas tumit; dalam Virasana (pose pahlawan) kaki dibuka dan Anda duduk di lantai di antara keduanya, sehingga lutut lebih berotasi.
Apakah Vajrasana aman selama kehamilan?
Biasanya ya, dengan lutut terbuka dan bantal di bawah pinggul, selama terasa nyaman. Hindari versi berbaring dan konsultasikan dengan dokter atau bidan Anda.
Halaman ini untuk edukasi umum. Konsultasikan dengan dokter sebelum mulai yoga jika Anda hamil, memiliki kondisi medis, atau cedera. Berhenti jika terasa nyeri, pusing, atau sesak napas.








