Hindari
- Latihan inti yang berat dan puntiran dalam yang memperparah nyeri panggul. Yoga meredakan nyeri, bukan mengobati penyakitnya.
Baca panduan lengkap (bahasa Inggris)
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah yoga baik untuk endometriosis?
Yoga lembut mungkin membantu. Dalam sebuah uji acak kecil, perempuan dengan endometriosis yang beryoga dua kali seminggu selama delapan minggu mengalami nyeri panggul harian yang lebih ringan dan kualitas hidup yang lebih baik. Yoga meredakan nyeri; yoga tidak mengobati penyakitnya.
Pose yoga apa yang membantu nyeri endometriosis?
Pose lembut dengan penyangga: bound angle berbaring, pose anak dengan lutut lebar, cat-cow, pose pelepas angin (Pawanmuktasana), jembatan rendah, puntiran ringan sambil berbaring, dan Savasana, ditambah napas perut yang pelan.
Yoga apa yang sebaiknya dihindari saat endometriosis?
Latihan inti yang berat seperti pose perahu atau angkat kaki, puntiran dalam, serta sesi yang sangat intens atau hot yoga jika memperparah nyeri. Lewati pose apa pun yang menimbulkan nyeri tajam.
Bolehkah beryoga saat endometriosis kambuh?
Boleh, tetapi buat sangat lembut: pose anak, bound angle berbaring, napas perut, dan Yoga Nidra. Beristirahat juga tidak apa-apa. Temui dokter jika nyerinya baru muncul atau jauh lebih parah dari biasanya.
Apakah yoga membantu nyeri punggung akibat endometriosis?
Gerakan tulang belakang dan pinggul yang lembut seperti cat-cow dan lutut ke dada mungkin meredakan ketegangan otot yang menyertai nyeri punggung akibat endometriosis.
Apakah yoga bisa mengecilkan endometriosis atau kista?
Tidak. Yoga tidak mengubah lesi, endometrioma (kista coklat), atau jaringan parut. Semua itu memerlukan penanganan medis atau operasi. Yoga membantu Anda menghadapi nyeri dan stres.
Apakah olahraga baik untuk endometriosis?
Bagi kebanyakan orang, olahraga ringan yang rutin membantu nyeri, suasana hati, dan tidur. Pilih jalan kaki, berenang, yoga lembut, atau pilates, lalu tingkatkan perlahan.
Yoga mendukung pengobatan, bukan menggantikannya. Tetap minum obat yang diresepkan dan bicarakan dengan dokter sebelum mulai, terutama jika Anda memiliki penyakit jantung, tekanan darah yang tidak terkontrol, baru menjalani operasi, sedang hamil, menderita epilepsi atau nyeri berat.
