Cara melakukannya, langkah demi langkah
- Duduk tegak dengan tangan dalam Gyan mudra dan pejamkan mata.
- Tarik napas penuh melalui hidung.
- Saat mengembuskan napas, lantunkan "Aaa" dari perut, "Ooo" di dada, dan "Mmm" sebagai dengung panjang di kepala.
- Biarkan dengung memudar sepenuhnya, lalu tarik napas lagi secara alami.
- Ulangi sekitar lima menit dengan tempo lambat dan nyaman.
- Duduklah dalam hening selama beberapa menit dan rasakan getaran serta ketenangan setelah bunyi.
Manfaat
- Melantunkan dengan lambat secara alami memperpanjang embusan napas, yang cenderung menenangkan tubuh
- Studi kecil menunjukkan lantunan OM dapat mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati
- Dalam riset, bunyi dengung dikaitkan dengan aliran udara yang lebih baik di sinus hidung
- Memberi fokus yang jelas bagi orang yang sulit bermeditasi dalam diam
Perhatian
- Lantunkan dengan lembut dan jangan pernah memaksakan suara. Beristirahatlah jika merasa pusing ringan. Jika tenggorokan sakit atau ada masalah suara, bersenandunglah pelan atau lantunkan dalam hati.
Baca panduan lengkap (bahasa Inggris)
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu meditasi lantunan OM?
Ini adalah meditasi di mana Anda melantunkan bunyi OM (AUM) perlahan pada setiap embusan napas selama beberapa menit, lalu duduk dalam hening. Bunyi ini memberi pikiran fokus yang jelas dan secara alami memperpanjang embusan napas, yang cenderung menenangkan tubuh.
Bagaimana cara melantunkan OM dengan benar?
Duduk tegak, tarik napas penuh melalui hidung, lalu saat mengembuskan napas ucapkan "aaa" dari perut, "ooo" di dada, dan dengung "mmm" panjang di kepala. Jaga nada tetap rendah dan nyaman, biarkan bunyi memudar sepenuhnya, dan berhenti sejenak sebelum napas berikutnya.
Apa manfaat melantunkan OM?
Melantunkan secara rutin dapat mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, dan membantu konsentrasi, terutama karena memperlambat napas dan memberi pikiran satu fokus. Bersenandung juga meningkatkan oksida nitrat di hidung, yang mungkin membantu aliran udara sinus. Risetnya menjanjikan, tetapi masih berskala kecil.
Berapa kali sebaiknya saya melantunkan OM?
Mulailah dengan 3 hingga 11 putaran. Dua puluh satu adalah jumlah harian tradisional dan memakan waktu sekitar lima menit. Melantunkan OM 108 kali memakan waktu sekitar 15 hingga 20 menit dan sering dilakukan dengan mala (tasbih). Kualitas dan rasa rileks lebih penting daripada hitungannya.
Lebih baik melantunkan OM dengan suara atau dalam hati?
Pemula biasanya lebih mudah fokus dengan melantunkan bersuara. Teks-teks tradisional menyebut pengulangan dalam hati sebagai bentuk yang paling halus. Pendekatan yang baik adalah melantunkan dengan suara, lalu lebih pelan, dan akhirnya beristirahat dalam kesadaran yang hening.
Kapan waktu terbaik untuk meditasi lantunan OM?
Pagi hari adalah waktu tradisional, idealnya dengan perut kosong. Namun, waktu tenang apa pun bisa digunakan; beberapa kali OM sebelum tidur atau sebelum belajar dapat membantu menenangkan pikiran.
Bisakah melantunkan OM berbahaya?
Latihan ini aman bagi kebanyakan orang. Melantunkan terlalu keras dapat membebani suara atau membuat pusing ringan, jadi lakukan dengan lembut dan bernapaslah normal di antara putaran jika perlu. Orang dengan masalah tenggorokan atau suara sebaiknya bersenandung pelan atau melantunkan dalam hati.
Meditasi mendukung kesehatan, bukan menggantikan perawatan medis atau psikologis. Jika meditasi memunculkan perasaan yang mengganggu, berhentilah, buka mata Anda dan kembalikan kesadaran ke tubuh.
