Cara melakukannya, langkah demi langkah
- Duduk tegak atau berdiri tegap dengan kaki selebar pinggul dan bahu rileks.
- Tekuk siku kanan dan angkat tangan kanan setinggi bahu, sedikit di depan tubuh.
- Hadapkan telapak tangan ke depan dan jaga kelima jari tetap lurus, rapat, dan mengarah ke atas.
- Letakkan tangan kiri di pangkuan dengan telapak menghadap ke atas, atau biarkan menggantung di samping tubuh dengan telapak menghadap ke depan (Varada mudra).
- Bernapaslah perlahan dan teratur, rasakan telapak yang terbuka sebagai tanda ketenangan dan perlindungan.
- Tahan selama beberapa napas atau hingga 10 menit, lalu turunkan tangan dan letakkan di atas paha.
Manfaat
- Secara tradisional dipakai untuk keberanian dan menghadapi rasa takut dengan pikiran yang mantap
- Secara tradisional dipakai sebagai sikap tangan yang menenangkan dan melindungi, bagi orang lain maupun diri sendiri
- Secara tradisional dipakai untuk mengingat ketenangan Buddha saat menghadapi bahaya, selama meditasi
- Secara tradisional dipakai sebagai latihan singkat sebelum percakapan sulit, presentasi, atau ujian
- Menjaga bahu dan lengan atas tetap aktif dengan lembut, sehingga Anda tetap waspada saat duduk
Perhatian
- Jika bahu atau leher terasa sakit, turunkan tangan setinggi dada atau sangga siku dengan bantal.
- Abhaya mudra adalah latihan dan simbol, bukan pengobatan untuk gangguan kecemasan atau serangan panik. Tetap jalani pengobatan dari dokter Anda.
- Hormati citra Buddha dan Hindu: jangan menjadikan arca sebagai hiasan di kamar mandi atau meletakkannya di lantai.
Baca panduan lengkap (bahasa Inggris)
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa arti abhaya mudra?
Abhaya mudra berarti "mudra tanpa rasa takut". Telapak terbuka yang terangkat menyampaikan "jangan takut" serta menawarkan perlindungan dan kedamaian.
Tangan mana yang dipakai untuk abhaya mudra?
Biasanya tangan kanan, diangkat setinggi bahu dengan telapak menghadap ke luar. Tangan kiri sering diletakkan di pangkuan atau diturunkan dalam Varada mudra. Beberapa arca, seperti Buddha berjalan gaya Sukhothai, mengangkat tangan kiri.
Apa kisah di balik abhaya mudra?
Kisah yang paling terkenal adalah tentang gajah Nalagiri yang dilepaskan oleh Devadatta. Buddha mengangkat tangannya dan menenangkan gajah itu dengan cinta kasih, sehingga sikap tangan ini menjadi simbol ketenangan yang mengalahkan rasa takut.
Apa saja manfaat abhaya mudra?
Secara tradisional dipakai untuk keberanian, ketenangan, dan rasa terlindungi selama meditasi atau sebelum momen yang menegangkan. Ini latihan simbolis, bukan pengobatan medis.
Apa perbedaan abhaya mudra dan varada mudra?
Pada abhaya, tangan diangkat dengan jari mengarah ke atas, artinya "jangan takut". Pada varada, tangan diturunkan dengan jari mengarah ke bawah, artinya "aku memberi". Keduanya sering ditampilkan bersamaan.
Apakah abhaya mudra sama dengan abhaya hridaya mudra?
Tidak. Abhaya mudra memakai satu tangan yang terangkat. Abhaya hridaya mudra adalah sikap dua tangan yang ditahan di depan dada dengan pergelangan bersilang dan jari-jari saling mengait.
Mudra adalah praktik tradisional untuk fokus dan relaksasi. Penelitian tentang efek kesehatan tertentu masih terbatas; gunakan bersama perawatan medis, bukan sebagai penggantinya.